Setiap jam 2 siang hingga 5 sore, ada satu drama klasik yang dialami pemilik rumah berorientasi hadap barat di kawasan tropis seperti Jabodetabek dan Bandung: ruang keluarga lantai dua mendadak berubah menjadi oven raksasa.
Sinar matahari sore menyorot langsung ke jendela kaca. Udara di dalam kamar tidur menjadi pengap dan menyengat. Mau pasang AC suhu 16°C pun, hembusan angin dinginnya seolah kalah telak dengan radiasi panas yang memancar dari dinding bata luar yang sudah seharian menyerap terik matahari.
Banyak orang mencoba jalan pintas dengan menempelkan kaca film gelap 80% dan menutup gorden blackout tebal sepanjang hari.
Hasilnya? Ruangan Anda memang tidak silau, tapi suasana rumah menjadi temaram suram seperti gua di siang bolong. Parahnya lagi, dinding bata luar tetap saja membara dan melepaskan hawa panas ke dalam ruangan hingga larut malam.
Di sinilah konsep secondary skin (kulit ganda pelindung) menggunakan roster beton cetak presisi menjadi penyelamat paling masuk akal.
1. Anatomi Masalah: Mengapa Rumah Hadap Barat Begitu Panas?
Pabrik Plered
Roster Beton Minimalis Motif Melati (Satu Sisi) 20 x 20 x 10 cm
Dimensi: 20×20×10 cm (25 pcs/m²) • Presisi Siku 90° Plat Baja • Pasir Abu Batu Murni Padat • Tahan Cuaca & Anti-Lumut.